Pengantar Audio (bagian ketiga)

Pengantar audio bagian ketiga.
Pada bagian ini saya akan mulai mengulas bagaimana membangun sebuah sistem speaker.
Mula mula kita harus menyeleksi woofer atau speaker.
Ada satu parameter T/S yg sangat penting untuk menentukan type box.
Yaitu “EBP” (Equal Bandwidth Product). Yg nilainya adalah hasil dari pembagian antara Fs/Qes. EBP = Fs/Qes.
Contoh: Fs = 32. Qes = 0.60.
32/0.60 = 53.33. Jadi apabila sebuah woofer yg diketahui parameter T/S nya, Anda SDH dpt menyeleksi dan memperkirakan, untuk sistem apakah woofer tsb akan dpt dirancang optimal. Adapun ketetapan Dr. Richard Small (salah-seorang dari duo Thiele/Small adalah sbb.
Nilai dari EBP < 50, lebih sesuai dan optimal utk type closed box.
Dan nilai EBP > 50, lebih sesuai utk type vented box.
Dengan demikian anda sdh dpt menentukan type box apa yg anda akan buat.
1. Target merancang closed box. Sistem closed box biasanya dipilih apabila dibutuhkan ukuran box yg relatif kecil. Pada sistem cosed box, frekuensi resonansi dalam kotak box (Fc) akan selalu berada di atas frekuensi resonansi speaker (Fs), oleh sebab itu utk rancangan yg optimal, perlu dipilih woofer yg memiliki Fs yg rendah, agar dpt diperoleh sistem dgn penampilan nada bass yg memadai.
Menyeleksi woofer utk system closed box.
Secara fisik, woofer yg cocok utk sistem closed box memiliki ciri ciri antara lain sbb. Ukuran magnet relatif kecil/sedang, dibandingkan ukuran konusnya. Massa konus relatif lbh berat. Gerak maju mundur konus relatif lebih leluasa.
Dan lebih akurat kita dpt menyeleksi berdasarkan parameter T/S al: memiliki nilai EBP lebih kecil atau sekitar 50. Qts antara 0.4 – 0.50. Fs dibawah 45.

2.Target merancang system Vented box atau yg lebih dikenal dgn sebutan Reflex bass.
Untuk rancangan vented box yg optimal maka dibutuhkan woofer yg berkriteria sbb: nilai EBP woofer berada di sekitar 100 lebih kurang. Woofer memiliki nilai Qts rendah yaitu antara 0.20 – 0.45. Fs yg terlalu rendah tdk terlalu dibutuhkan, karena akan menyulitkan dlm rancangan box. al : pipa akan menjadi terlalu panjang dibandingkan boxnya sendiri.
Secara fisik ciri ciri woofer berkriteria tsb diatasi, antara lain: memiliki magnet yg relatif besar dibanding permukaan konusnya, suspensi tdk terlalu longgar, massa konus relatmenjsistem
Seperti telah diketahui, serupa speaker/woofer memiliki keterbatasan frekuensi main, yg yg secara fisik kita kenal dgn Fs. Sebuah speaker atau woofer yg memiliki nilai
Fs = 60 Hz tentunya akan sangat minim merepro nada bass yg cukup memadai, dan bila kita pasangkan pd sebuah box dan diberi Vent (pipi tala), maka walaupun secara fisik asalnya woofer tetap tak mampu berbuat banyak pada jangkauan dibawah frekuensi 60 Hz. Namun kombinasi kotak dan pipa tsb, akan menghasilkan resonansi (Fb) yg dpt dimanfaatkan utk lebih menjangkau lg nada bass kebawah, dibawah 60 Hz. Dan akhirnya kita akan memperoleh sebuah sistem yg dapat memainkan nada bass dgn cukup rendah.

 

created by : Babeh Meksy Along Kawatu

FB_IMG_1465044973415

Post Author: admin coc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *