Pengantar Audio (bagian kedua)

Pengantar Audio bagian kedua

Gelombang suara, frekuensi, SPL dan phase

Gelombang suara. Bunyi atau suara yg terdengar oleh telinga manusia merupakan akibat dari getaran yg ditangkap oleh gendang telinga, dr udara yg bergetar yang digegerkan oleh sumber getar dlm jarak tertentu dlm satuan waktu tertentu. Dalam konteks suara speker, maka konus speaker yg bergetar merupakan sumber getar dalam asumsi diatasi. Sementara konus speaker tsb bergetar akibat gerakan maju mundur voice coil yg direkatkan padanya. Sesuai dgn hukum kemagnetan fisika, apabila sebuah coil ditempatkan pd sebuah cela Medan magnet ( yg akan terbentuk akibat dua buah magnet yg kutubnya berlawanan didekatkan) dan diberi arus listrik bolak balik (AC) maka ia akan bergerak maju mundur, menuruti sinyal listrik yg diumpankan padanya. Sinyal listrik AC yg dimaksudkan adlh keluaran dr sebuah amplifier.

Gelombang suara audio, seringkali diwakili oleh gelombang sinus, karena gelombang sinus memiliki sifat dan karakter yg sangat  mendekati gelombang audio.

Frekuensi

Yg dimaksud dgn frekuensi adalah, banyaknya getaran dari suatu benda persatuan waktu. Yg dinyatakan dlm satuan hertz (Hz). Dalam hal speaker, apabila dinyatakan speaker tsb membunyikan nada yg berfrekuensi 100 Hz, artinya konus speaker bergetar 100 kali perdetik. (satu kali gerakan konus maju mundur berarti satu getaran atau terbentuk satu gelombang sinus penuh). Seperti pada gambar dibawah ini.
IMG-20160510-WA016

SPL

SPL adalah singkatan dari Sound Pressure Level. Yang arti sederhananya adlh tingkat kerasnya suara atau kekencangan suara. Yang dinyatakan dalam satuan Decibel (dB).

Apabila dinyatakan sebuah speaker SPL 90 dB/1w/1m, artinya, speaker berbunyi sekeras 90 dB.

Phase

Atau sering diterjemahkan dgn fasa, secara sederhana mungkin dlm hal speaker lebih mudah diterjemahkan dgn arah gerak konus, dimana gerakan maju ke depan dari posisi idle, disebut fase positif. Sedangkan gerakan mundur dari posisi idle disebut phase negatif.

Seperti pada gambar dibawah ini.
IMG-20160510-WA017

Gambar di atas dpt menjelaskan mengapa tdk boleh memasang speaker stereo terbalik fasa. Apabila speaker kiri (L) dipasang pada fasa positif, dan speaker kanan (R) pada fasa negatif, maka akan terjadi gerakan konus yg berlawanan. alias kedua buah gelombang yg berlawanan fasa akan saling melemahkan.

Ini adalah gambar kontruksi speaker dan bagian-bagiannya.

IMG-20160510-WA018

(bersambung)

by om Meksy Along Kawatu

Post Author: admin coc

1 thought on “Pengantar Audio (bagian kedua)

    Jaly Coc

    (May 13, 2016 - 9:24 am)

    Tengkyu para master coc teknik tutorialnya sangat bermanffat sekali….Bravo COC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *