Mendeteksi Mesin Mobil Part III

Mengetahui kondisi mesin dengan melihat elektroda dan kepala busi

Pada part sebelumnya sudah dibahas tentang tanda2 mesin melalui pengamatan visual pada indikator di dashboard dan keluarnya asap pada kenalpot mobil. Kali ini Ts mencoba untuk mengulas mengenai busi (spark plug) dan tanda-tanda pada elektrodanya dan kepala busi. Sebelum lebih jauh ada baiknya kita mengetahui fungsi busi dan bagaimana busi tersebut bekerja.

image002Tenaga yang dihasilkan oleh sebuah mesin dengan bahan bakar hydro carbon (bensin, pertalite, pertamak yang selanjutnya kita sebut bbm) merupakan hasil ledakan dari komposisi bbm dengan udara yang didikompresi oleh piston pada ruang bakar. Untuk memperoleh ledakan tersebut dibutuhkan spare part yang namanya spark plug atau di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan BUSI. Busi menghasilkan loncatan bunga api yang dihasilkan oleh delco dan disalurkan melalui kabel busi. Klolaborasi atas semua hal tersebut menghasilkan ledakan yang disalurkan oleh mesin menjadi tenaga untuk menggerakkan roda. Ledakan yang sempurna membutuhkan kerjasama yang tepat dari semua hal tersebut. Ledakan yang berkelanjutan tersebut menimbulkan efek pada elektroda dan kepala busi, dari situ kita bisa menganalisa bagaimana kondisi mesin dengan melihat keadaan serta warna elektroda dan kepala busi Cielo kita.

  • Kecoklatan

image004

Hal tersebut menunjukkan bahwa pembakaran yang terjadi pada ruang bakar sempurna, dengan kata lain campuran bbm dan udara, waktu pengapian dan kompresi yang dihasilkan sudah tepat. Hal tersebut selain berimbas pada tenaga yang dihasilkan menjadi lebih maksimal, umur busipun menjadi lebih panjang.

  • Putih (abu-abu)

image006Elektroda pada busi terlihat berwarna putih (abu-abu) menunjukkan Air Fuel Ratio (AFR)/ campuran bbm yang terlalu lean (miskin). Campuran bbm yang terlalu miskin memang berpengaruh pada fuel consumtion (penggunaan bbm liter/kilometer) pada kondisi tertentu, misalnya untuk penggunaan mobil dengan karakter owner yang santai, kondisi jalan yang landai atau dengan kata lain mobil tidak membutuhkan tenaga yang lebih untuk beroperasi. Tetapi campuran bbm yang tertalu miskin akan menyebabkan mesin menjadi lebih cepat panas, tenaga hilang, tarikan ngempos, ndut-ndutan pada rpm tertentu intinya kurang nyaman dikendarai. Pada cileo hal ini terjadi bila kerja fuel pump sudah tidak maksimal dan/atau filter bensin terlalu kotor atau MAP sensor yang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

  • Hitam kering (tidak berkerak)

image007Kebalikan dari yang berwarna putih (abu-abu), elektroda yang berwarna hitam kering (tidak berkerak) menandakan campuran bbm yang terlalu rich (kaya). Pembakaran bbm dengan campuran yang terlalu kaya menyebabkan adanya sisa bbm yang tertinggal pada ruang bakar. Pada jangka panjang hal ini menyebabkan kondisi ruang bakar menjadi berwarna hitam, termasuk pada kepala busi. Pada cielo hal ini biasanya terjadi karena filter udara, throttle body, intake manifold. Filter udara yang kotor menyebabkan aliran udara yang seharusnya masuk dan bercampur dengan bbm menjadi lebih sedikit dari yang seharusnya, hal ini menyebabkan prosentase bbm lebih besar dari seharusnya alias lebih kaya. Begitu pula halnya throttle body dan intake manifold yang kotor, menyebabkan sensor2 supply bbm yang menempel padanya tidak tepat dalam membaca berapa jumlah bbm yang harus disemprotkan oleh injector.

  • Hitam berkerak (kadang basah oli)

image008Dibarengi dengan keluarnya asap berwarna putih kebiruan pada kenalpot, ini menandakan adanya oli yang ikut terbakar pada ruang bakar. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal yaitu, PCV valve yang sudah rusak (busi tidak sampai basah oli), seal klep yang sudah kaku/pecah/rusak (jika sudah parah kepala busi belepotan oli), cylinder baret/ ring piston aus/ piston baret. Penjelasan mengenai hal tersebut silahkan buka pada link : https://cieloownercommunity.com/teknik/mendeteksi-mesin-mobil-part-ii/

  • Terdapat tumpukan timbal (kerak warna putih/abu-abu)

image009Penyebab hal ini adalah pemakaian bbm yang tercampur dengan timah hitam, atau dengan kata lain kualitas bbm yang tidak bagus. Sisa timah dari pembakaran bbm dan udara akan menempel pada elektroda dan kepala busi. Murni bukan karena faktor kesalahan mesin tetapi kesalahan owner dalam mengisi bbm.

  • Meleleh

image010Hal ini terjadi bila campuran bbm dan udara yang terlalu miskin dan waktu pengapian yang kurang tepat dibarengi dengan mesin yang harus bekerja keras. Kondisi tersebut menyebabkan suhu pada ruang bakar menjadi over heat dan menyebabkan elketroda pada busi meleleh. Selain kedua hal tersebut, pemakaian bbm dengan oktan yang terlalu tinggi juga menyebabkan terjadinya kodisi busi seperti pada gambar. Kompresi mesin cielo didesain cukup untuk mengakomodasi pemakaian bbm jenis premium, penggunaan oktan yang lebih tinggi pada cielo tidak berpengaruh signifikan terhadap tenaga maupun konsumsi bbm.

Smoga berguna, jangan lupa tinggalkan jejak

 

Salam solped

Paklek Luluk & Mbah Darmi

image011

Post Author: admin

1 thought on “Mendeteksi Mesin Mobil Part III

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *