Cara Menggunakan Relay

  • Yah, relay …sering kali kita mendengar temen atau mekanik yang bilang “Gunakan relay biar lebih terang”, “Bisa sih di jumper tapi sebaiknya pakai relay” dan masih banyak lagi sumpah serapah lainnya yang menggunakan kata “RELAY”.

Relay adalah Conector yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Mbulet ya…….. Oke ane coba sederhanakan kalimatnya, kira2 begini : Relay adalah konektor ber arus listrik rendah yang berfungsi untuk membantu mengaktifkan perangkat elektronik ber arus listrik tinggi.

Sebenarnya banyak macam macam relay, dan fungsinya juga beragam, ada yang sebagai pemutus arus, timer, unloader dan lain-lain. Tapi yang paing sering digunkanan adalah Relay sebagai switch/saklar/ pemutus arus.

Hampir semua perangkat elektronik dalam kendaraan menggunakan relay untuk mengoperasikannya, hal ini bertujuan agar arus listrik yang diterima oleh perangkat elektronik tersebut tersalur dengan sempurna sehingga fungsinya pun menjadi maksimal. Pada

Pada body relay pada umumnya terdapat simbol berupa angka, biasanya angka 85, 86, 87 dan 30 dengan gambar seperti di bawah ini :

Relay 4 kaki

Relay 5 kaki

85 dan 86 adalah arus listrik bertegangan rendah yang berfungsi untuk menghubungkan arus listrik bertegangan tinggi pada angka 30 dan 87. Pada Cover relay juga terdapat simbol/angka yang menunjukkan kapasitas arus maksimal yang bisa diterima oleh relay, sehingga penggunaan sekering bisa dipasangkan dengan tepat.

Oke kita langsung ke contohnya saja.

Contoh pemasangan relay 4 kaki untuk 1 lampu

Contoh pemasangan relay 5 kaki untuk 2Lampu / 2Klakson

Banyak yang terjadi pada Cielo saat kita ambil alih adalah kipas yang di jumper ke kontak, jadi saat kontak on kipas langsung berputar 22 nya. Pada kondisi ini (untuk mesin yang normal) sebenarnya malah merugikan kinerja mesin karena suhu mesin ideal untk pembakaran sempurna menjadi tidak tercapai. Dan usia dinamo kipas juga menjadi lebih pendek karena hidup terus menerus saat kontak on. Oke, bagaimana agar fungsi thermoswitch kipas berfungsi dan bagaimana pula agar saat AC on kipas juga 22-nya berputar, mari kita belajar bersama….

Yang kita butuhkan adalah 2 relay 5 Kaki beserta rumah relaynya (biar sambungan lebih rapi), dengan skema di atas maka saat thermoswit kena panas dari air radiator dan bekerja maka arus listrik (-) akan terhubung ke 85, sehingga relay sebelah kanan bekerja dan kipas pun akan berputar keduanya, begitupun saat AC on maka kabel (+) magnet clucth/kopling kompresor akan teraliri arus listrik (+), so relay sebelah kiri akan bekerja dan kipas akan berpuutar 22-nya.

 

Keep Solid COC!!!

 

Lek Luluk & Syudarmi

Post Author: Luluk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *