Mesin
Perawatan (Service) dan Penggantian Spare Part

Perawatan (Service) dan Penggantian Spare Part

Bagi sebagian orang, mobil merupakan kebutuhan pokok untuk menunjang aktifitas sehari-hari. Sangat menyenangkan ketika mobil yang dikemudikan masih baru atau dalam keadaan prima. Tenaga maksimal, bahan bakar irit, tidak was-was dan semua sistem bekerja dengan normal. Namun seiring pemakaian, akan terjadi penurunan performa dari mobil tersebut. Ada part yang mengalami keausan, longgar, kotor dan juga rusak. Sehingga diperlukan perawatan dan penggantian spare part (bila perlu) untuk mengembalikan ke kondisi semula

  • Oli Mesin

image001Gunakan oli dengan API service SG atau SH atau di atasnya. API merupakan singkatan dari American Petroleum Institute merupakan Institusi Amerika yang menetapkan “grading” atau kemampuan sampai mana oli bisa bertahan, singkat-nya API service menunjukkan kualitas daripada oli itu sendiri. API service dikhususkan berdasarkan sistem kerja mesin, pembedanya diwakili dengan tanda abjad API service yang tertera. Dalam klasifikasi (S) yang diperuntukkan bagi motor bensin ini meliputi kontrol deposit, oil oxidation, wear, rust and corrosion. Huruf di depan (S) menunjukkan tingkatan oli, seperti klasifikasi oli  SH, SJ, SL dan SM. Semakin mendekat ke (Z) bisa dikatakan semakin tinggi pula kualitas oli tersebut.
SAE yang cocok untuk iklim di Indonesia dari beberapa tingkat kekentalan yang pernah dicoba oleh TS adalah SAE 10W-40 ataw 15W-40. Untuk merk oli mesin menurut TS tidak ada yang jelek asalkan oli tersebut asli. Menurut anjuran buku manual oli mesin harus dilakukan penggantian setiap 10.000 Km atau setiap 6 bulan tergantung mana yang lebih dahulu tercapai. Seiring dengan umur mesin dan tingkat kemacetan di Indonesia yang sudah semakin parah, lebih baik penggantian oli mesin dilakukan pada saat kilometer +- 5.000 Km dari penggantian oli sebelumnya.

  • Oli Transmisi

image003

  1. Untuk Mobil manual gunakan oli dengan API Service Grade SF atau SG atau diatasnya dengan SAE 10W-30 atw 10W-40. Seiring dengan umur cielo yang sudah sangat dewasa bisa ditoleransi dengan SAE 15W-40 atau 15W-50. Banyak mekanik maupun owner yang salah kaprah dalam mengganti oli transmisi cielo untuk yang bertransmisi manual, banyak yang menggunakan oli transmisi dengan kekentalan 90W (Rored) yang notabene sangat kental dan tidak seharusnya digunakan untuk transmisi manual cielo. Hal ini dapat menyebabkan percepatanm keausan pada strees gear (gear dengan celah kerapatan yang tinggi dan beban kerja yang berat) pada transmisi.
  2. Untuk mobil Automatic (AT) gunakan Honda Premium Formula atau Dexron II ATF. Jangan sampai salah menggunakan oli matic untuk transmisi automatik CVT, bila terlanjur menggunakan segeralah di bleding dan diganti dengan oli ATF, karena tidak sesuai dengan peruntukannya bisa menyebabkan kerusakan yang serius pada transmisi AT untuk jangka panjang.

Penggantian oli transmisi dianjurkan dilakukan ketika jarak yang ditempuh sudah mencapai 20.000 km. Hal tersebut berlaku untuk mobil bertransmisi automatik maupun manual. Khusus untuk yang bertransmisi automatik disarankan untuk dilakukan pengurasan (bleeding) setiap 40.000 Km.

  • Oli Rem/Minyak Rem/ Minyak untuk master kopling

image005Gunakan minyak rem Dot 3 atau Dot 4, disarankan menggunakan minyak rem yang berkualiatas. Dari pengalaman TS, harga tidak pernah (jarang) berbohong, minyak rem dengan kualitas yang tidak bagus membuat seal-seal pada master rem cepat kaku sehingga mempercepat keausan cylinder pada master rem. Pengecekan minyak rem dilakukan secara berkala (tidak terpatok jarak tempuh), tetapi penggantian minyak rem (kuras dan ganti) wajib dilakukan setiap 40.000 km karena pada jarak tersebut minyak rem kemungkinan besar sudah terkontaminasi oleh partikel lain seiring dengan perjalanan waktu.

  • Oli Power Steering

image006Gunakan minyak power steering dengan kualitas yang bagus, TS biasanya menggunakan merk “Pr####ne”. Semakin bagus kualitas oli, part bekerja semakin ringan dan lebih awet masa pakainya. Power steering bekerja berdasarkan tekanan oli yang notabene mengandalkan kekuatan seal-seal dari tekanan oli yang dilesakkan dari pompa power steering. Penggantian (kuras dan ganti) oli power steering dilakukan setiap 40.000 Km

  • Timing Belt dan Timing Balancer

image007Perlu kita ketahui bahwa mesin F22 yang digunakan oleh cielo menggunakan timing belt yang berbahan karet berserat dan digunakan pada kondisi kering. Berdasarkan manual book penggantian timing belt dan timing balancer sebaiknya dilakukan setiap 100.000 Km atau 5 tahun tergantung mana yang lebih dahulu tercapai. Kita tidak bisa terpaku pada 100.000 Km karena perhitungan itu dilakukan dengan kondisi jalan yang tanpa macet, dengan kondisi mesin yang sempurna. Akan lebih aman bila kita melakukan penggantian kurang dari kilometer tersebut mengingat umur mesin dan kondisi geografis serta lalu lintas di negara kita yang boleh dibilang padat (sekali). Terlebih bila kita menggunakan part yang belum terbukti apakah part tersebut adalah ORIGINAL produk dari Jepang. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut TS menyarankan penggantian Timing belt dilakukan setiap 50.000 km s/d 60.000 km. Penggantian timing belt dan timing balancer tersebut lebih baik bila sekaligus di lakukan penggantian tensioner kedua part tersebut.

  • Engine Coolant

image009Bagi yang menggunakan Radiotor Coolant ada batas jarak pemakian. Terlepas dari fungsi Radiator Coolant sebagai pendingin, penggunaan coolant juga bertujuan untuk mereduksi terjadinya korosi pada part yang dilalui oleh cairan pendingin. Radiator coolant sebaiknya diganti maksimal setiap 80.000 km atau 4 tahun tergantung mana yang lebih dahulu tercapai. Mengantisipasi kondisi di negara kita, lebih baik coolant diganti pada 40.000km s/d 50.000km. Bagi owner yang sudah terbiasa menggunakan air untuk radiator akan di bahas di bab lain.

  • Busi / Spark Plugs

image012Kita sebagian besar beranggapan bila busi meskipun umurnya sudah 2 tahun selagi masih bisa dipakai, ya dipakai ajah. Anggapan itu mungkin sebenarnya tidak sepenuhnya benar, karena yang namanya sparepart ada masa pemakaiannya. Anjuran sebenarnya, Busi hendaknya diganti setiap 40.000 Km atau 2 tahun tergantung mana yang lebih dahulu tercapai. Mengantisipasi kondisi di negara kita ada baiknya busi diganti sebelum itu, kira2 di 30.000 Km. Busi yang masih bisa dipakai bisa kita gunakan untuk cadangan bilamana suatu saat kita mendapati kejadian diluar dugaan busi kita mati atau sekedar untuk membantu teman.

Spesifikasi Busi:

– Untuk kondisi mengemudi Normal : NGK ZFR6F-11 / Nippodneso KJ20CR-L11(kerenggangan gap busi 1,1 mm)

– Untuk yang suka dengan kecepatan tinggi : NGK ZFR7F-11 / Nippodenso KJ22CR-L11

  • Filter Udara

image013Filter udara mempunyai peran yang vital terhadap kesempurnaan kinerja mesin dalam mengolah udara dan bbm menjadi tenaga. Jika diibaratkan dengan organ manusia, filter udara ibarat seperti bulu pada hidung. Kotoran yang menempel pada bulu hidung (upil dan ingus) menyebabkan pernapasan kita terganggu, begitu pula filter udara bila sudah kotor akan menyebabkan pernapasan mobil terganggu yang akan mengakibatkan tidak pasnya takaran bbm dan udara yang akan dibakar. Ujung2nya kinerja mesin tidak maksimal dan bbm menjadi boros. Filter udara hendaknya dibersihkan sesering mungkin, TS tidak berpatokan pada kilometer karena kondisi kebersihan udara disetiap daerah berbeda2. Tapi penggantian filter udara sebaiknya dilakukan maksimal pada 40.000 km atau 2 tahun tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

  • Filter Bensin / Fuel Filter

image015Pembakaran yang sempurna membutuhkan campuran udara yang bersih dan bbm yang bersih pula. Untuk kebersihan udara menjadi tanggung jawab saringan/ filter udara, sedangkan kebersihan BBM ditugaskan kepada saringan/ filter bensin. Filter bensin yang kotor akan mengakibatkan suplay BBM menuju injector terganggu yang menyebabkan campuran bbm dan udara tidak pas, dan bila kotoran tersebut tidak tersaring oleh filter bensin, bisa menyebabkan tersumbatnya injector. Berdasarkan manual book penggantian filter bensin sebaiknya dilakukan setiap 40.000 km atau 2 tahun tergantung mana yang tercapai lebih dahulu, tetapi mengingat kondisi indonesia (BBM, lalu lintas, geografis) sebaiknya filter bensin diganti setiap 30.000 Km

  • Filter Oli

image017Beberapa bengkel menganjurkan ganti filter oli setiap 2 atau 3 kali ganti oli mesin. Menurut TS penggantian oli mesin seharusnya diikuti dengan penggantian filter oli (harganya juga ga seberapa), mengingat fungsi filter oli yang sangat vital. Sebab filter oli yang telah bekerja 5.000 km atau lebih tentunya sudah banyak kotoran yang tersaring, sehingga menyebabkan kerja filter tersebut tidak sempurna. Kualitas oli sangat berpengaruh signifikan terhadap usia part pada mesin, so lebih baik ganti filter oli saat ganti oli.

  • Baterai / ACCU / AKI

image018Baterai atau aki, atau sering kita sebut ACCU yang berfungsi untuk menyimpan energy listrik dalam bentuk energy kimia, yang digunakan untuk mensuplai (menyediakan) listrik ke system starter, system pengapian, lampu-lampu dan komponen yang menggunakan daya listrik lainnya. Untuk tegangan accu standar pada Honda accord cielo adalah 12 volt – 50 AH (type Basah). Meski banyak rekan-rekan kita yang sebagian besar sudah mengupgrade / mengganti dengan kapasitas accu yang lebih besar sesuai dengan kebutuhan pemakaian energi listrik (Audio) atau mengganti dengan type kering yang bebas perawatan. Umur Aki biasanya berkisar antara 2 – 3 tahunan, jadi bila sudah mendekati umur tersebut, sebaiknya siap-siap budget untuk penggantian part tersebut

  • Sekering & Lampu

    1. Sekring

Semua sirkuit listrik memiliki sekering untuk melindungi terhadap hubungan arus pendek (Konsleting) atau kelebihan beban. Sebagai catatan penting yang patut diperhatikan, jika tiba-tiba terjadi sekering putus, jangan diganti dengan sekering dengan kapasitas lebih tinggi, karena justru bisa menyebabkan kerusakan system listrik yang lebih besar.

2. Lampu

Ada banyak jenis dan type lampu/bohlam/bulb, dengan watt berfariasi. Dengan seiring perkembangan zaman dan bermacam-macam type lampu banyak rekan-rekan yang mengganti jenis/type lampu dengan LED, dimana kasus yang banyak terjadi adalah saat mengganti breaklamp/lampu rem dengan watt yang lebih rendah, maka indicator breaklamp pada dashboard akan menyala.

Berikut adalah diagram sekering dan type lampu:

image020

image022image024

  • Lain-lain

Mengacu pada manual book dan mempertimbangkan kodisi lalu lintas, bbm yang beredar, keadaan geografis dan lain-lain di Indonesia, ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan :

  • Cek kerenggangan celah klep setiap 10.000 km
  • Cek kondisi water pump setiap 50.000 km s/d 60.000 km
  • Cek Sistem pendingin (radiator dan kawan-kawan) setiap 20.000 s/d 30.000 km
  • Cek timing pengapian dan part pengapian setiap 20.000 s/d 30.000 km
  • Cek kinerja PCV (Positive Crankcase Ventilation) valve setiap 50.000 s/d 60.000 Km
  • Bersihkan throttle body dan seting idle speed setiap 10.000 km
  • Cek kondisi sitem pengereman mobil setiap 10.000 km antara lain, kampas rem depan dan belakang, master rem atas, kaliper rem depan dan belakang, hand rem. Khusus untuk kampas rem depan lakukan pengecekan setiap 5.000 km karena kerja kampas rem depan adalah yang paling berat sehingga paling cepat habis.
  • Cek kondisi kaki kaki setiap 20.000 km bila kondisi jalan bagus, 10.000 km bila kondisi jalan tidak bagus
  • Cek kondisi power steering setiap 20.000 km.
  • Cek semua volume cairan pada mesin ; oli mesin, oli transmisi, oli power steering, minyak rem, minyak kopling, radiator coolant, air aki, air wiper (conditional) setiap 5.000 km

By Luluk & Helmy

image026

36 thoughts on “Perawatan (Service) dan Penggantian Spare Part

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *