Anniversary COC Jatim

1 Tahun (pembuktian) COC Jatim

Tuban, 13-14 Agustus 2016
Bertempat di salah satu hotel di kota kecil pesisir pantura Jawa Timur bagian barat tepatnya di kota Tuban itu lah pesta perayaan 1 tahun berdirinya COC Indonesia regional Jawa Timur atau lebih kondang dengan sebutan COC Jatim itu di helat. Tak kurang dari 35 unit Honda Accord Cielo tunggangan para member COC Jatim memadati jalanan kota Tuban di pertengahan bulan agustus kemarin. Meski sempat tertunda beberapa pekan dari tanggal yang seharusnya, Pesta perayaan tetap berlangsung seru,meriah dan penuh kehangatan rasa kekeluargaan yang selama ini telah menjadi ciri khas bagi komunitas COC Indonesia. Semangat Kebersamaan serta senyum kebahagiaan tergambar jelas di raut wajah para member yang hadir di kota yang terkenal dengan sebutan kota seribu goa tersebut.

Diselenggarakan diantara sisa-sisa kehangatan suasana halal bihalal hari raya Idul Fitri dan meriahnya perayaan Dirgahayu Republik Indonesia yang 71 itu diharapkan bisa menjadikan event kali ini sebagai sarana untuk lebih memperat lagi tali silaturahmi antar sesama member dengan berbalutkan keceriaan dan kemeriahan layaknya sebuah pesta ulang tahun.

 

 

Dalam Sejarahnya, COC Jatim yang di koordinir oleh Om Didit Ari S #347, militant COC Indonesia dari kota pudak Gresik itu baru pertama kalinya menggelar acara yang terbilang cukup besar. Acara yang nantinya akan menghadirkan Ketua Umum beserta jajaran anggota Dewan Pengurus pusat yang berdomisili di Ibu kota Jakarta. Dengan minimnya waktu persiapan dan pengalaman untuk menyelenggarakan sebuah acara, tantangan untuk menjadi event organizer sebuah acara teruji disini. Tantangan terasa semakin berat ketika semua anggota panitia acara tidak memungkinkan untuk berembuk, duduk bareng dalam satu meja karena kesibukan aktifitas masing masing, sehingga semua koordinasi cukup dilakukan melalui group chatting sebuah media sosial (Whats app) tanpa adanya tatap muka sekalipun. Lebih rumit lagi, hajatan perdana ini harus terselenggara tanpa adanya sokongan dana dari pihak sponsor luar sepeser pun. Ya, selain biaya sewa kamar hotel, pesta perdana itu sepenuhnya menggunakan dana yang bersumber dari uang kas COC Jatim dan keuntungan dari penjualan dress code event tersebut. Sehingga tak ayal ketika semua rangkaian acara terlewati dengan sukses, ada perasaan lega dan bangga yang luar biasa dibenak  segenap jajaran panitia dadakan itu.

Om Cesa #390, Om Aan Chuenk #534 dan Om Arif rohkmat #560 selaku member COC Indonesia yang berdomisili di kota Tuban itu kebagian tugas yang cukup banyak menguras waktu, tenaga dan bahkan biaya.Dibantu oleh Om Odhon #459, Om Arman #432, Om Chalim #444, Om Dedy #418, Om Fajar #296 serta Om Hery Tondit #281 dijajaran panitia acara, mereka semua secara suka rela saling bahu membahu berbagi ide dan pengalaman guna menjadikan acara pembuktian eksistensi COC Jatim sebagai komunitas otomotif di Propinsi Jawa timur itu tersaji dengan apik dan rapi serta berkesan bagi semua.

 

 

Hari pertama.

Rangkaian acara dimulai dengan berkumpulnya rombongan dari luar kota Tuban di kediaman Om Aan Chuenk #534 yang telah dengan suka rela menjadikan kediamannya sebagai tikum (Titik Kumpul) pertama. Dari kediaman Om Aan yang terletak dipinggiran kota Tuban itu, rombongan melanjutkan perjalanan ke hotel Green Garden yang telah dipersiapkan sebagai lokasi dilaksanakannya pesta tahunan tersebut. Sekira pukul 15:00 waktu setempat, rombongan pertama telah sampai di hotel dilanjutkan dengan rehat sejenak sembari menunggu rombongan lain yang memang datang terlambat karena kesibukan aktifitas masing masing.

 

Sesaat setelah maghrib, saat kesemua peserta yang terdaftar telah tiba di hotel, sesuai dengan jadwal acara yang tersusun, selain makan malam bersama rangkaian acara malam itu di isi dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas segala nikmat dan anugerah akan indahnya kekeluargaan di COC Jatim selama ini.

Sejatinya agenda malam itu, setelah sesi pemotongan tumpeng dan makan malam, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan rolling thunder keliling kota Tuban sebagai upaya untukmemperkenalkan diri kepada masyarakat setempat akan keberadaan COC Jatim sebagai komunitas otomotif yang menaungi para pengguna dan penggemar Honda Accord Cielo di wilayah timur pulau Jawa tersebut. Namun sangat di sayangkan, sampai saat menjelang sesi pemotongan tumpeng panitia tidak mendapatkan izin dari pihak terkait karena memang saat itu lalu lintas kota Tuban sedang padat oleh kegiatan perayaan Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga dengan sangat terpaksa sesi kegiatan yang “memamerkan” suara knalpot dan tampilan “sexy” body si Cielo tersebut harus dihapuskan. Beruntung COC Jatim punya COC Mom’s yang ternyata telah mempersiapkan surprise party ke salah satu angggota COC Mom’s yang kebetulan saat itu usai merayakan ulang tahun hari kelahiran juga. Ada Tante Ajeng (Istri dari Om Ipunk #442) dan si kecil Vedro ( putra bungsu dari Om Yemi #533) yang saat itu mendapatkan kejutan kue tart special dari COC Mom’s yang di koordinir oleh Tante Cicik selaku BuKorwil COC Jatim. Praktis suasana malam itu menjadi tak kalah seru meski tanpa adanya kegiatan uler-uleran (istilah untuk konvoi mobil) yang menjadi aktifitas rutin dalam setiap kopdar itu.Semakin seru lagi ketika Om Andri Lesmana atau yang biasa di sapa dengan sebutan OmPol, salah satu perwakilan dari pengurus pusat tersebut memberikan sesi tanya jawab dan sharing serta keluh kesah tentang komunitas COC Indonesia. Obrolan serius berseling renyahnya canda tawa itupun cukup membuat suasana malam di hall hotel yang mulai membeku itu menjadi hangat, sehangat pelukan keluarga yang sesungguhnya.

 

Bicara tentang Ompol, ada satu yang patut di jadikan teladan, bagaimana tidak dengan semangat untuk mempererat tali silaturahmi beliau rela hadir satu hari lebih awal dari hari H pelaksanaan guna menyambangi kediaman beberapa member yang ada di Jatim. Tak ingin silaturahmi itu cukup melalui dunia maya seperti yang sudah dijalani selama ini, meski dengan fasilitas ala kadarnya Ompol didampingi oleh Om Jarwo #497  berkeliling ke beberapa kediaman para member COC Indonesia yang tersebar di beberapa kota di bagian barat propinsi Jawa Timur itu.

Suasana keakraban itupun berlanjut ke area taman hotel sesaat setelah rangkaian acara malam keakraban itu usai, saat para COC Mom’s dan COC Kid’s melepas lelah dan kantuk di kamar masing masing.

Bagi yang suka bergadang, inilah moment yang ditunggu tunggu. Moment dimana para kaum Adam itu berkumpul, bercengkerama dan bercanda tawa bahkan saling “mem-bully” antar sesama member tanpa adanya “gangguan” dari COC Mom’s and COC Kid’s.

Seakan tak ingin menyia-nyiakan moment mahal itu, obrolan kekeluargaan itu pun berlanjut hingga larut malam Hingga datangnya sebuah kabar yang kurang meng-enakkan dari Om Kaji Muiz #356 yang meminta untuk dijemput dipinggiran kota tuban karena mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju hotel. Iya, bapak satu anak itu karena mengantuk telah mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak tiang penyangga papan nama sebuah rumah makan.Dengan mengesampingkan urusan lelah dan capek, ditambah lagi rasa ingin segera bergabung dengan malam keakraban bersama para saudara jauh yang sedang berkumpul itu, om kaji memutuskan untuk tancap gas ke kota tuban di tengah malam itu sesaat setelah menyelesaikan pekerjaanya sebagai pemborong ikan dikawasan pesisir lamongan Jawa timur. Beruntung petaka itu hanya mengorbankan Cielo kesayangan, tanpa mencederai om Kaji sedikitpun, sehingga evakuasi pada dini hari itu terbilang cukup ringan.

 

Hari kedua

               Keesokan harinya, saat seharusnya lelah dan kantuk itu masih kuat melekat ditubuh yang telah usai bergadang semalaman, seolah tak pernah kehabisan tenaga, beberapa member sudah mulai memecah keheningan pagi di pelataran parkir hotel dengan suara dentuman audio dan raungan knalpot si semok (sebutan untuk Honda accord cielo) kesayangan masing masing. Dari mulai sekedar bersih-bersih ringan sampai ke setting audio bahkan setting idle-up si semok membuat pelataran parkir hotel itu menjadi layaknya bengkel dadakan yang penuh dengan suara bising.

Di sisi lain COC Mom’s tak kalah seru dan hebohnya, karena bagi para kaum hawa tersebut agenda pagi itu adalah sesi Tukar Kado. Yaa, Tukar kado adalah Salah satu agenda baru yang di gagas oleh Bukorwil Jatim (Tante Cicik). Acara seru-seruan untuk mengisi kekosongan waktu dari pada sekedar ngerumpi saat menunggu para suami yang lagi sibuk dengan si semok masing-masing. Gelak canda tawa serta teriakan manja terdengar begitu membahagiakan saat para Mommy-mommy itu membuka isi kado yang gak jarang memang berisi sesuatu yang nyeleneh, lucu bahkan konyol. Sungguh, merupakan salah satu anugerah terindah dalam hidup ini saat menjadi bagian dari sebuah komunitas yang begitu hangatnya memberikan pelukan kekeluargaan meski sebelumnya sama sekali tak ada yang saling mengenal antar satu dangan yang lainnya.

 

Sekira pukul 10:30 waktu setempat, seusai menyelesaikan urusan administrasi dengan pihak hotel untuk check-out, tibalah saat yang di tunggu tunggu yakni uler-uler’an (istilah untuk touring) keliling kota Tuban Menuju ke sebuah tempat wisata di pesisir pantai kota Tuban. Rolling thunder sebagai upaya memperkenalkan diri ke masyarakat Tuban pun berjalan dengan lancarnya hingga ke semua Cielo kesayangan berbaris rapi di pelataran parkir pantai Mangrove itu. Sesi makan siang di gelar sederhana di sebuah aula pertemuan yang tersedia ditempat wisata yang berhiaskan rindangnya pohon mangrove itu. canda tawa, senyum bahagia serta ceprat-cepret candid camera terasa begitu sempurna bersanding dengan semilirnya hembusan angin pantai yang menentramkan itu.

Sesi pemotretan dengan pose gila menjadi penutup rangkaian kegiatan pesta ulang tahun itu. iyaa, kami sebut gila karena di sesi ini lah “ketangguhan” si Cielo di uji. Bagaimana tidak, tanpa mengukur beban berat dan resiko lecet pada body luar si Cielo beberapa member berebut untuk naik di atas Cielo member lain saat sesi pemotretan berlangsung. Hal ini pula lah yang selama ini menjadi ciri khas bagi COC Jatim. Ngidak semox (read : Berdiri diatas cielo) telah menjadi semacam tradisi tak tertulis bagi setiap member COC Jatim tiap kali berlangsung acara kopdar. Kegiatan yang beresiko mengakibatkan kerusakan bagi si Cielo itu menjadi sebuah alat untuk saling meng akrabkan diri antar member satu dengan yang lainnya.

 

Tepat Pukul 16:00 saat sang Surya beranjak menuju ke peraduan, keceriaan keluarga kecil itu pun harus terhenti, tiba saatnya untuk kembali ke kediaman masing masing dengan senyum kebahagiaan serta kesan yang mendalam, kesan yang akan menjadi sebuah kenangan yang mungkin tak akan pernah terjadi tanpa adanya komunitas yang mengedepankan rasa kekeluargaan ini.
iyaa, lebih dari sekedar komunitas, COC Indonesia adalah keluarga.

coc-7

fb_img_1471269772768

13962597_226505264413944_8788931272926752504_n

coc-3
Potong tumpeng diserahkan ke perwakilan COC pusat “Om Andry Lesmana” oleh korwil COC jatim “om didit arie susilo”
coc-9
Potong kue diserahkan ke perwakilan COC Solo “Om Fachrudin” oleh wakil korwil COC jatim “Om Fajar Suhartanto”

img-20160813-wa0039

coc-1

13925042_226505531080584_5391890546107802865_n

coc-2
Pengarahan sebelum Touring Thunder

coc-5

13935159_226505494413921_4337494867663791126_n

coc-4
All Member COC Jatim
coc-10
COC “Moms” Jatim
coc-6
Tradisi Injak Semox
14034704_226505547747249_8372587869300320049_n
Injak Lagi
20160820_174028
Lagi-Lagi
fb_img_1471250357149
Biar Cepet Bangun

fb_img_1471249763614

 

Sekian…..

Yes, we are family.
Boeing #442

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *