Catatan Kecil Cerita Kemarin

Semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang pula angin menerjang. Demikian kata pepatah bijak yang digunakan untuk menggambarkan sebuah posisi, jabatan ataupun kedudukan seseorang maupun organisasi yang semakin meninggi dan besar kedudukannya, maka akan semakin kencang dan kuat pula masalah dan cobaan yang datang menerpa.Seperti hal nya yang dialami oleh COC Indonesia beberapa waktu yang lalu, salah satu komunitas penggemar Honda Accord Cielo terbesar yang ada Indonesia itu baru saja melewati sebuah terpaan badai masalah/ ujian yang hampir saja memporak porandakan keutuhan dan kesatuan komunitas tersebut. Badai konflik yang berawal dari sebuah perselisihan kecil dan perbedaan pandangan antar pengurus tersebut berimbas pada perpecahan dan bahkan pemutusan tali silaturahim antar sesama member yang selama ini telah terjalin indah dan harmony. Ego dan ambisi lebih berperan daripada ketulusan nurani saling menghormati, seolah telah hilang makna luhur dari slogan yang selama ini di dengung-dengungkan.“Yes, We Are Family” tiada arti lagi.

Jakarta, 27 Desember 2015, di sisa-sisa hangatnya uforia pesta ulang tahun ke-4 serta jambore pertama yang baru saja selesai dihelat di kota Batik Pekalongan-Jawa Tengah itu, melalui media sosial Ketua Umum COC Indonesia waktu itu (periode 2015-2017), secara mengejutkan telah menyatakan diri mundur dari jabatan tertinggi di komunitas otomotif yang berdiri sejak 01 November 2011 itu. Lebih lanjut, Sang Ketua Umum juga menyatakan keluar dari keanggotaan COC Indonesia. Sontak hal ini cukup membuat geger serta mengejutkan bagi sebagian member COC Indonesia terutama yang berdomisili di daerah. Komunikasi dari pusat ke daerah yang selama ini terbilang minim dirasa makin memperburuk keadaan. Tidak cukup sampai disitu, situasi semakin tidak kondusif dengan menyusulnya beberapa pengurus dan sebagian kecil member yang turut serta menyatakan diri keluar dari keangotaan
COC Indonesia.

Tak ayal berbagai macam pertanyaan menyelimuti benak para member yang masih bertahan, yang memang selama ini tidak pernah tahu pasti perihal masalah yang ada. Isu negatif dan asumsi pribadi dari sudut sempit cara pandang perorangan dirasa makin memperkeruh situasi COC Indonesia yang memang saat itu sedang mengalami vacuum kepemimpinan. Dan yang sangat disesalkan dari konflik yang terjadi kala itu adalah terciptanya jarak yang seolah menjadi garis pembatas antara mereka yang keluar dan yang masih bertahan. Canda tawa, tegur sapa apalagi doa telah hilang menjadi kenangan. Layaknya 2 kubu yang berseteru, diantara kedua belah pihak tiada lagi keharmonisan dan kehangatan keluarga seperti sebelum sebelumnya,.

Sungguh merupakan pemandangan yang sangat memprihatinkan. Ironi sebuah komunitas yang selama ini meng agung-agungkan kebersamaan dan kekeluargaan itu harus tercerai berai dalam waktu yang terbilang masih muda. Tali silaturahmi yang selama ini telah terikat kuat bisa begitu mudahnya terurai karena setitik noda.Layaknya kapal pecah, COC Indonesia porak poranda kala itu.

Jika men12924402_10209387929038796_5584868744834667478_nilik dari sejarah terbentuknya komunitas penggemar kuda pacu pabrikan asal Jepang tersebut, COC Indonesia adalah sebuah komunitas otomotif non-profit yang terbentuk dari terkumpulnya para pemilik dan penggemar mobil Honda Accord Generasi ke5 (94-98) yang selalu menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam keberagaman, tanpa pernah mempedulikan latar belakang cerita kehidupan seseorang, Ras, Suku dan Agama atau bahkan warna kulit sekalipun.Berbagi informasi dan keluhan seputar otomotif serta menambah saudara menjadi tujuan utama para founder komunitas ini. Berawal dari sebuah group Honda Accord Cielo Indonesia yang ada di salah satu media sosial paling booming itu, para “sesepuh” COC berkenalan dan berinteraksi. Tercatat dalam salah satu rubrik di website COC Indonesia (https://cieloownercommunity.com), untuk pertama kalinya para founder father itu berkumpul (kopdar istilah beken nya) pada 20 Agustus 2011 silam di kawasan panahan senayan Jakarta selatan. Dihadiri oleh kurang lebih 10 insan pecinta Accord Cielo, kopdar perdana itu menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah komunitas yang menanamkan rasa bahwa semua member adalah keluarga. Sehingga tak butuh waktu lama, kelompok kecil itupun menjelma menjadi komunitas besar yang semakin hari semakin bertambah jumlah member yang terdaftar.Sampai tulisan ini dibuat, setidaknya jumlah member yang tercatat telah mencapai di angka 530 “anggota keluarga” yang tersebar di seantero jagad Nusantara. Sehingga akan sangat disayangkan jika komunitas yang multikultural ini harus tinggal cerita hanya karena intrik dan konflik kecil yang seharusnya masih bisa diselesaikan dengan duduk bersama.

Tak ingin larut dalam kesedihan karena perpecahan, sebagian kelompok kecil yang masih bertahan mencoba mengumpulkan segenap tenaga dan kemampuan untuk mengibarkan kembali panji-panji kejayaan COC Indonesia sebagai komunitas yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kekeluargaan. Sesuai dengan apa yang tertulis di AD/ART komunitas mobil jenis sedan yang mempunyai kapasitas cylinder 2156cc itu, Wakil Ketua Umum secara otomatis akan naik menggantikan posisi Ketua Umum jika posisi tertinggi itu kosong tak terisi. MUNASLUB pun segera diagendakan untuk mengukuhkan pengangkatan sang Wakil Ketua menjadi Ketua Umum periode 2016-2017. Bertempat di ball room hotel Zamrud yang ada dikota Cirebon, pada 30 januari 2016 dengan dihadiri oleh para perwakilan dan koordinator wilayah dari seluruh Indonesia, Suhardi atau lebih akrab disapa dengan panggilan Pak Dhe Hardie itu resmi menjadi Ketua Umum COC Indonesia melanjutkan periode 2015-2017. Praktis, Beban berat membangun kembali fondasi silaturahmi yang hampir runtuh dan membangkitkan COC Indonesia dari keterpurukan bertumpu pada pundak pria kelahiran Magetan Jawa Timur itu.

Di tangan dingin Pak dhe suhardi, COC Indonesia mulai berbenah. Selang beberapa hari setelah pengangkatan dirinya menjadi ketua umum, dengan dibantu oleh jajaran pengurus yang tersisa serta dukungan penuh dari para founder father serta SekJend COC Indonesia, jajaran pengurus baru pun terbentuk. Namun jika dicermati, ada yang berbeda dengan susunan pengurus “kabinet” Pak Dhe Suhardi ini jika dibandingkan dengan susunan pengurus di era era sebelumnya. Jika susunan pengurus di kabinet sebelumnya hanya diisi oleh para member yang tinggal di Ibukota Jakarta dan sekitarnya saja, kali ini hal itu tidak berlaku lagi. Jajaran pengurus kabinet Pak dhe ini diisi oleh para member yang tersebar luas di seantero jagad Nusantara, bahkan diantaranya ada yang berdomisili di luar negeri. Alhasil,COC Indonesia dengan konsep, system dan kekuatan yang baru pun terlahir. Wajah-wajah baru yang penuh optimisme di jajajaran pengurus telah siap untuk merombak total system yang lama guna mengembalikan kembali eksistensi COC Indonesia sebagai salah satu komunitas otomotif berkredibilitas di Indonesia. Dapat dilihat di hampir setiap ada kesempatan, media social yang menjadi alat komunikasi antar pengurus itu selalu ramai oleh ide ide dan gagasan baru untuk membangun. Geliat perbaikan terasa dinamis di semua Divisi yang ada.
Dapat kita lihat di struktur Organisasi, saat ini setidaknya tercatat ada 7 Divisi yang bersatu menjadi satu kekuatan tangguh bagi COC Indonesia.
Terciptanya website, optimasi media sosial, terdaftarnya COC Indonesia sebagai komunitas otomotif Legal di induk oraganisasi otomotif Indonesia IMI (Ikatan Motor Indonesia) serta tertatanya setiap agenda dan kegiatan disetiap wilayah adalah gebrakan awal dari terbentuknya jajaran pengurus baru itu.

Secerah mentari pagi di ufuk timur setelah berlalunya badai semalam, COC Indonesia dengan wajah dan system baru itu menjadi sebuah wujud hikmah dari sebuah konflik kecil yang telah usai. Semua berlalu tinggal menyisakan cerita seru, hikmah dan pelajaran untuk menjadikan COC Indonesia sebagai komunitas yang semakin besar dan solid lagi ditengah keberagaman.

Beribu talenta baru bermunculan, segudang ide brilliant pun terwujudkan, ditambah lagi dengan kembalinya para founder father yang telah lama vacuum dari jajaran kepengurusan itu menjadi sebuah kesatuan dan kekuatan unik nan apik untuk membentuk COC Indonesia menjadi sebuah komunitas besar yang terdiri dari berbagai macam latar belakang, suku dan agama yang beragam. Komunitas yang lebih terbuka terhadap kritik dan saran untuk kebaikan. Komunitas yang sarat dinamika dan penuh dengan energy positif berbalut tali silaturahim yang semakin kuat dan solid. Komunitas yang memancarkan keindahan dari sebuah perbedaan. Seperti indahnya rangkaian bunga yang terkumpul dari ribuan macam warna kuntum bunga, COC Indonesia kini jauh lebih berwarna.Bahkan lebih dari sekedar komunitas, COC Indonesia adalah keluaraga. “Yes, we are family” telah bermakna kembali.
Harmoni Indah ini mungkin hanya akan menjadi mimpi jika “badai” yang kemarin tidak pernah terjadi. Dan seperti yang sudah-sudah, selalu akan ada hikmah dibalik setiap musibah.

Terima kasih untuk konflik yang telah tercipta.Terima kasih untuk hikmah dan pelajaran yang sangat berharga ini, pelajaran yang yang membuat kami semakin kokoh berdiri, pelajaran yang membuat kami semakin erat bergandengan tangan menyongsong masa depan, pelajaran yang membuat kami semakin menghargai arti perbedaan, serta pelajaran yang telah mengajarkan kami cara untuk hidup damai berdampingan dalam sebuah ikatan keluarga, karena selamanya COC Indonesia adalah keluarga.
Yes, We Are Family.

 

by Ipunk Si Boink COC #442

Post Author: admin coc

14 thoughts on “Catatan Kecil Cerita Kemarin

    Jaly Coc

    (May 3, 2016 - 5:23 pm)

    Juooss tenan iki sing nuliss..jiaannn…kudu mrebes mili ae mataku…terharu…semoga persaudaraan ini tetap terjaga selama lamanya…bravo coc

    Frendy #201

    (May 3, 2016 - 5:35 pm)

    Kata2nya sekelas kahlil gibran , muantaapp dulurku lanang iki ??

    Andry COc

    (May 3, 2016 - 5:44 pm)

    Ruuuuuaaaaaarrrr biasa, top markotop

    Dheamedina

    (May 3, 2016 - 5:57 pm)

    Luar bisa tulisannya om ipung …
    Badai pasti berlalu ??
    Habis hujan gelap pasti ada pelangi indah
    Cihuyyyyyyy ” YES , WE ARE FAMILY !!!!

    Gowenk

    (May 3, 2016 - 7:31 pm)

    Hidup Ipunk ?????

      Boeing #442

      (May 4, 2016 - 1:22 am)

      Ooooooeeeeeiiii………!!!!!
      Photo yang lain gak ada lagi kah….????!!!!

    Kyth eritrosid

    (May 3, 2016 - 7:35 pm)

    Tulisannya keren om ipunk… Luar biasa.

    DIDIT #347

    (May 3, 2016 - 7:41 pm)

    Alhamdulillah…tetap semangat…
    semoga tdk ada lagi kata “saya yg merintis coc jatim”
    mungkin kata yg lebih baik adalah “KITA bangun bersama coc jatim dan coc indonesia ke arah yg lebih baik”

    Luluk

    (May 3, 2016 - 7:45 pm)

    Jadi terharu hikzz!

    coRro.238

    (May 3, 2016 - 9:09 pm)

    rangkaian katanya ‘membakar’, om ipunk!!!!!
    #mantep n saluuuut…

    Shofiwafa #492

    (May 4, 2016 - 1:52 am)

    Tissu.. Mana.. Tissu..
    Kok mataku berkringat baca tulisan’e cak Ipunk..

    Dimas Adisukma

    (May 4, 2016 - 9:59 am)

    Super sekali cak ipunk….

    Arman Saleh

    (May 4, 2016 - 11:14 am)

    Yes We Are Family… Many Character of the members, but the point is we are respect always. past is past…. welcome to our habbit. Insana in carpore sano

    DEVA

    (May 4, 2016 - 12:59 pm)

    aaaammmaiiiizinggggg……..cak ipunk,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, we need for some one just like u…….
    because,,,,,,YESS..WE ARE FAMILY forever ………..WE LOVE COC INDONESIA……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *