Estafet Persaudaraan COC Jatim

Cerita ini berawal dari sebuah “musibah” kecil yang menimpa rombongan touring COC Jatim yang saat itu sedang melakukan perjalanan pulang dari sebuah acara silaturahmi CoC Jatim dan COC Jateng yang bertempat di sebuah villa dikawasan Tawang Mangu Jawa Tengah.

1

Yaa, Cielo tunggangan Om Adhi (COC #481 Surabaya) mengalami trouble (timing belt putus) saat rombongan touring menuruni jalanan curam Gunung Lawu Jawa Tengah.

dorong mobil om adhi yang mogok

Setelah berembuk sejenak, akhirnya rombongan memutuskan untuk mengevakuasi cielo Om Adhi ke sebuah bengkel “sederhana” di dekat TKP, dan mengantar Om Adhi beserta keluarga di salah satu hotel di kota Magetan, dengan pertimbangan akan lebih berbahaya jika harus menderek itu cielo mengingat jarak tempuh yang masih cukup panjang (+/- 225 KM).

4

Setelah Om Adhi dan cielo nya di posisi “aman”, rombongan kembali melanjutkan perjalanan pulang.  Keesokan harinya, setelah didiagnosa dan tercatat semua spare part yang dibutuhkan, bersama sang montir dari bengkel dan ditemani Om Eri (COC Ngawi), Om Adhi bergegas menuju toko spare part mobil guna membeli spare part yang dibutuhkan agar si cielo bisa cepat kembali bisa ngacir dan pulang ke Surabaya. Apesnya, setelah seharian keluar masuk di semua toko spare part yang ada di kota magetan, spare part yang dibutuhkan tak kunjung di dapatkan. Karena hari sudah sore, si bapak mekanik memutuskan untuk melanjutkan perburuan spare part esok hari di kota Madiun. Masalahnya, entah karena spare part si cielo ini yang terlalu unik atau entah bagaimana, menurut si bapak mekanik tadi di kota madiun pun belum ada kepastian bahwa tuh spare part tersedia.

Melalui aplikasi WA group COC Jatim, Om adhi mencoba membagi kisah  perburuan spare part nya hari itu yang gak ada hasil. Saat itu waktu menunjukkan pukul 16:30 WIB, Om Arman (COC Surabaya) dengan sigap membuat group WA dadakan untuk membahas permasalahan yang menimpa Om Adhi. “Critical Semox Om Adhi” nama group WA waktu itu. Dari rembukan di WA group dadakan tersebut muncul ide untuk membelikan spare part dari Surabaya untuk selanjutnya dikirimkan lewat biro jasa pengiriman barang ke kota magetan.

Kebetulan salah satu member COC area Surabaya ada yang punya link ke salah satu toko spare part terlengkap di kota Surabaya, sehingga meski hari sudah petang spare part yang dibutuhkan tetap bisa di dapatkan. Masalahnya sekarang ada pada urusan pengiriman spare part ke kota magetan. Jika harus menggunakan jasa pengiriman barang, spare part yang dibutuhkan baru akan sampai di Kota Magetan besok sore, yang artinya Om Adhi dan keluarga akan lebih lama lagi “terdampar” di kota yang terkenal karena Telaga Sarangan nya tersebut, sementara Tugas Pekerjaan sudah menunggu di Surabaya. Tidak mau melihat Om Adhi ber lama-lama “terdampar” tanpa kepastian, ide “setengah konyol” pun di dapat, yaaa ESTAFET. Harapannya esok pagi spare part yang di butuhkan sudah terpasang dan sore harinya Om Adhi bisa melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya. Mengingat banyak nya jumlah member COC yang saat ini sudah tersebar hampir di seluruh kota yang ada di Indonesia ini, Estafet itu akan sangat mudah terwujudkan, dan Surabaya – Magetan menjadi terasa semakin dekat. Setelah melalui sedikit “perebutan” andil antar sesama member COC Jatim untuk terlibat dalam misi mulia ini, yaa saya bilang “perebutan” karena memang saat itu hampir semua member COC Jatim saling menawarkan diri untuk ikut memberi sumbangsih. Semangat “Perseduluran” Terasa sangat kental melekat dalam diri semua member, “Yes We Are Family”  bukan sekedar kata slogan semata.

Akhirnya mapping route dan personilnya pun di sepakati,

1. Om Arman Saleh, berada di Starting point.  Pengambilan spare part dari toko yang ada di Surabaya, dan mengantarkannya menuju gresik. 2. Om Didit arie (Korwil Jatim) Kebagian rute dari kota Gresik menuju Kota Bojonegoro. 3. Om Boeing.  Kebagian rute dari kota Bojonegoro ke Kota Ngawi. 4. Om Eri Susanto Kebagian rute terakhir, dari Kota Ngawi menuju Om Adhi yang ada di magetan.

Setelah urusan administrasi dengan pihak toko ter selesaikan, Estafet pun siap di eksekusi sesuai dengan mapping rute yang telah di sepakati.Dengan di iringi do’a dan semangat dari “Dulur- Dulur” COC Jatim yang lain, baik melalui media social maupun telepon, kira kira pukul 18:30 Om Arman Memulai misi mulia tersebut. Disaat yang bersamaan, di Group BBM COC Mom’s Jatim pun tak kalah ramai. Iringan tulisan do’a dan semangat dari para Ibu-Ibu COC Jatim itu bermunculan, seakan semakin menambah semangat dan semarak suasana di malam itu.

Estafet pun berjalan dengan mulusnya, dari Om Arman lempar ke Om Didit, Om Didit oper ke Om Boeing, Om Boeing Lanjut ke Om Eri untuk selanjutnya diserahkan langsung ke Om Adhi yang sudah menunggu di “pedalaman” Magetan hehee.., Ada pemandangan yang sedikit menggelitik waktu itu, Om Didit yang waktu itu kebagian rute Gresik- Bojonegoro terpaksa harus membawa serta Istri tercinta sepanjang perjalanan karena rupanya saat itu sang istri lagi kurang enak badan, di satu sisi om Didit merasa gak tenang kalau harus keluar rumah malem-malem dengan kondisi meninggalkan istri yang lagi sakit dirumah, sisi lainnya karena rasa persaudaraan yang kuat, Om Didit merasa harus ikut memberi sumbangsih dalam misi mulia ini. Estafet pun ber lanjut, sekira tepat di tengah malam (pukul 00:00 WIB) spare part yang di butuhkan telah sampai di Kota Ngawi yang selanjutnya siap di kirimkan pagi harinya oleh Om Eri yang kebetulan saat itu akan ada urusan ke kota Magetan esok pagi.

5

Kurang lebih pukul 07:00 waktu setempat, bahkan saat si bengkel belum buka, Om Adhi dan Om Eri sudah tiba di depan bengkel lengkap dengan spare part yang dibutuhkan, Alhamdulillah.

Segera pagi itu sang montir nguprek cielo om Adhi yang sudah terlihat gak sabar untuk menggeber si cielo. Setelah seharian di uprek-uprek, menjelang sore si cielo putih itupun siap untuk di starter. Namun sepertinya masalah yang ada belum cukup, karena ternyata setting an idle pun belum didapat, usut punya usut rupanya ada masalah di sensor yang ada di bagian manifold.

Seperti yang kita tahu, kerusakan sebuah mobil yang disebabkan oleh putusnya timing belt boleh di bilang unpredictable. Belum tau pasti apakah eroor reading di sensor yang ada di manifold itu juga akibat dari putusnya timing belt ato bukan, bisa jadi karena ada kesalahan saat uprek-uprek si cielo oleh sang montir. Om Adhi dan keluarga yang sejatinya sudah siap siap untuk menggeber si cielo harus menahan sabar dulu, karena munculnya masalah baru pada si cielo. Beliau coba share lagi ke group WA COC, Alhamdulillah lagi-lagi karena “Yes We Are Familiy” bukan sekedar kata pemanis dibibir saja bagi setiap member COC, kali ini giliran Om Udin (COC Solo) yang

2 ambil aksi,tanpa babibu bujangan asal kota Sragen itupun langsung menawarkan sensor yang terpasang di cielo tunggangannya untuk dilepas dan dikirim ke magetan, kebetulan saat itu ada salah satu montir dari bengkel yang lagi ada keperluan di solo, sehingga Om Udin gak perlu repot repot untuk mengirimkan sensor yang dibutuhkan om Adhi, tinggal janjian ketemuan di solo dengan si montir dan si sensor udah siap dibawa ke Magetan. Menjelang Isya’ waktu setempat, sensor dari Om Udin sudah sampai di Magetan, namun karena hari sudah malam, dan si montir juga waktunya istirahat, pemasangan sensor tertunda sampe esok hari.

Pagi harinya, seiring segarnya udara pegunungan kota magetan yang menawan, Om Adhi dan keluarga seakan mendapatkan angin segar. Bagaimana tidak, setelah 4 malam “terdampar” di kota Magetan karena si Cielo yang lagi ngambek minta jajan, saat itu sudah siap di geber untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya. Kabar gembira itu pun tersiar di group WA COC Indonesia, baca’an hamdalah dan puji syukur pun bermunculan,pertanda betapa persamaan rasa persaudaraan di COC Indonesia ini begitu kuat. Semoga tetap terjaga terus karena YESS WE ARE FAMILY.(ipoenk boeing)
mapping rute

12802900_1108501539200085_8379974041630724978_n

Post Author: admin

8 thoughts on “Estafet Persaudaraan COC Jatim

    masdar helmi

    (March 10, 2016 - 7:18 am)

    Luwaaaaaarrrrr Biyasaaaaahhhhh ……..
    True Story yg mengharukan sekaligus Bahagia ?????

    andi riyanto

    (March 10, 2016 - 7:33 am)

    nice story… mantap. lanjutkan dan makin kembangkan persoudaraan yg ada.
    brovo COC Indonesia.

    Luluk

    (March 10, 2016 - 7:34 am)

    Terharu….hikzz

    Boeing 442

    (March 10, 2016 - 8:03 am)

    Mohon caci maki nya Mastah..,
    Penulis masih Nyubih…,

    Eritrosid

    (March 10, 2016 - 8:35 am)

    Penulisan keren om..
    Pesan tersampaikan ke pembaca dg baik..
    Tapi rasanya kalo di baca jadi tergesa gesa…
    Tapi keren benget…
    COC emang luar biasa, jadi member baru sudah bisa merasakan dan berpartisipasi..
    Ini luar biasa.

    hari

    (March 10, 2016 - 9:34 am)

    saluuut..salluuuuuttt…saaaaaallllluuuuuttt akan kekeluargaan di tubuh COC!!!!!

    urang awak juo

    (March 10, 2016 - 12:24 pm)

    terharu sangat…..

    Deva

    (March 10, 2016 - 12:25 pm)

    Orang bodoh dan tidak punya hati nurani klo ini dibilang membuat cerita hanya untuk mencari simpatik orang….
    Sudah jelas rasa persaudaraan diantara anggota yg sangat kental mendarah daging apabila ada saudara yang sangat membutuhkan bantuan dengan tulus ihlas dari hati nurani yg paling dalam membantu kesusahan yg terjadi…
    Karena COC Indonesia….Yess!! We Are Family

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *